Manajemen Projek

Dalam membuat sebuah usaha, ada beberapa hal yang perlu kita siapkan sebagai pondasi berdirinya perusahaan kita. Dimulai dari penetapan tujuan hingga agenda kerja kita.

  1. Penetapan Tujuan

    Tujuan dibutuhkan untuk menentukan arah, pencapaian, atau goals dari perusahaanmu (baca Bekal Utama Buka Usaha: Belajar Manajemen). Pastikan, tujuanmu TIDAK melanggar peraturan dan Undang-Undang yang berlaku.

  2. Persiapan unsur-unsur produksi

    Unsur-unsur produksi yang dimaksud adalah aset. Unsur-unsur produksi harus tersedia agar usahamu dapat berjalan. Kalau tidak ada, kamu harus mengusahakannya agar semua bisa tersedia karena semuanya HARUS ada. Unsur-unsur yang dimaksud adalah seperti:

    a. Modal
    Kalau ternyata modalmu belum cukup, kamu bisa pinjam modal mungkin ke orang tua kamu atau ke bank. Kamu bisa mengembalikan modal itu seiring berjalannya usahamu yang memberikan profit. Kalau mau meminjam, cari pinjaman dengan bunga yang kecil sehingga tidak terlalu memberatkanmu. Jadilah orang yang bertanggung jawab kalau kamu mau meminjam uang pada pihak lain.

    b. Teknologi
    Kalau membutuhkan alat untuk produksi, kamu bisa beli peralatan/alat yang kamu butuhkan. Kalau harga alat produksi terlalu tinggi, kamu bisa sewa alatnya. Atau kamu bisa “bayar royalti”.
    Maksudnya, kamu mau menjalankan usahamu tapi modalmu tak cukup. Ternyata ide usahamu membuat orang lain tertarik, dan orang tersebut memiliki modal untuk menjalankan ide usahamu itu. Lalu ia memutuskan untuk menjalankan ide usahamu itu, namun kamu tetap memiliki hak atas produk itu, istilahnya kamu memiliki royaltinya dan kamu bisa dapat uang dari hasil penjualan royaltimu itu. Keterangan lebih lanjut mengenai Royalti Hak Cipta dapat kamu lihat disini.

    c. Sumber Daya Manusia
    Kalau kamu butuh tegaga kerja lebih, kamu bisa hire/bajak orang, yakni memperkerjakan orang. Tentunya orang-orang itu perlu sesuai dengan kualifikasi yang kamu tetapkan. Baca lebih lanjut di Human Resources Development: Mengelola SDM.

    d. Bahan Baku
    e. Pasar
    Technology Push? atau Market Pull?

  3. Riset: Pasar & Bahan Baku

    Riset pasar dibutuhkan untuk mengetahui apakah produk kita akan diminati masyarakat dan dibeli. Riset pasar juga bisa digunakan untuk menentukan harga jual. Harga jual yang dipilih tidak hanya harus bisa menutupi modal kamu, tapi juga harus sesuai dengan kantong pembeli.
    Riset bahan baku diperlukan untuk mengetahui apakah bahan baku tersebut dapat kita peroleh dengan mudah, dan bagaimanana karateristiknya agar kamu tau bagaimana harus mengelolanya.

  4. Menyiapkan perizinan

    Perizinan produkmu bisa didaftarkan P-IRT. Untuk wilayah Tangerang, kamu bisa lihat disini.

  5. Hambatan

    Hambatan yang mungkin kamu alami ketika kamu mau buka usaha misalnya seperti perihal izin lokasi, modal, waktu pelatihan untuk membuat P-IRT.


Manajemen Proyek

Untuk menyusun rencana kerja, beberapa langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Riset Pasar
  2. Desain Kemasan
  3. Merek
  4. Perizinan
  5. Uji Produk
  6. Pelatihan
  7. Dll

Dalam melakukan rangkaian pekerjaan, kita dapat dibantu oleh agenda kerja. Pada agenda kerja, kita dapat menyusun rencana kegiatan kita sehingga bisa membantu mengarahkan kita dalam bekerja menuju tujuan akhir kita.

Ada 2 tipe metode yang dapat membantu kita mengelola proyek, atau disebut manajemen proyek.

  1. GANTT CHART

    gantchart
    Gambar 1. Contoh GANTT Chart

    GANTT Chart merupakan tabel penjadwalan yang dapat membantu mengingatkan kita kapan jadwal dan waktu pelaksanaannya, dimana GANTT Chart akan menunjukkan batas waktu yang ada untuk kita menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ia juga membantu kita untuk memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan utama yang harus diselesaikan lebih dulu. GANTT Chart dapat dimanfaatkan untuk melakukan perencanaan pekerjaan agar lebih sistematis.

  2. Critical Path Method (CPM)

    Critical Path Method atau Metode Jalur Kritis adalah metode manajemen proyek lainnya yang membantu kita dalam bentuk jaringan. CPM dibuat dengan menghubungkan antar titik dengan busur atau garis busur. Titik dimaksudkan sebagai kegiatan yang akan dilakukan.

    CPM
    Gambar 2. Contoh Critical Path Method

    Dengan CPM, kita dapat membayangkan alur kegiatan proyek kita melalui tampilan grafis yang terbentuk, memprediksikan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kita, dan menunjukkan alur kegiatan yang harus kita perhatikan agar proyek kita dapat selesai tepat waktu seperti yang telah dirancangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s