Human Resources Development: Mengelola SDM

Dalam membangun sebuah bisnis/usaha, kamu pasti membutuhkan bantuan orang lain. Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial sehingga kita pasti membutuhkan orang lain untuk menolong kita mengerjakan sesuatu, bahu-membahu, gotong royong.

Mungkin beberapa orang berpikir lebih baik semua pekerjaannya dilakukan sendiri. Namun, bila

;odilakukan dalam waktu yang lama dan terus menerus, ia pasti akan mencapai titik maksimal dimana tenaganya sudah kritis dan motivasinya menjadi melemah. Kamu tetap membutuhkan orang lain untuk membantumu. Dengan bantuan orang lain, pekerjaan akan dapat dilakukan lebih efisien dan efektif. Selain itu, setiap orang memiliki bidang expert (ahli) nya sendiri-sendiri. Biarkan yang ahli mengerjakannya, supaya hasilnya maksimal.

Tapi, tentunya dalam memilih partner/rekan kerja, perlu dipikirkan secara matang dan tidak sembarangan. Awalnya, kita perlu membuat daftar kriteria,

kira-kira kita membutuhkan dan mau mempekerjakan orang-orang yang seperti apa?

contoh:

  1. Kemampuan komunikasinya tinggi

    Kita mau punya partner yang bisa berkomunikasi dengan baik antar rekan kerjanya, sehingga setiap pesan yang disampaikan pada proses kerja, bisa sampai dengan tepat. Mungkin kita agak kesulitan bila bekerja sama dengan orang yang tidak bisa mengerti maksud perkataan kita ketika ada sebuah “aba-aba“.

    Tapi, setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda-beda. Mungkin kamu orang yang menganggap poin ini perlu, tapi mungkin juga kamu merupakan orang yang benar-benar tidak bisa bekerja sama dengan orang-orang yang istilahnya “gak nyambung” sama kamu.
    Intinya, cari orang yang bisa membuat kamu nyaman selama kalian bekerja bersama.

  2. Memiliki pengalaman kerja/prestasi di bidangnya

    Pengalaman kerja mungkin diperlukan untuk kamu yang benar-benar ingin mencari orang yang sudah terjamin keahliannya. Namun seringkali poin ini tidak diikutsertakan, karena menurut beberapa orang, setiap tempat memiliki kesusahannya masing-masing. Lagi pula, Bapak Joko Widodo, Presiden kita, sebelumnya belum pernah menjabat sebagai Presiden tapi Beliau tetap dipilih menjadi presiden.

  3. Pendidikan

    Zaman dulu, pendidikan tidaklah menjadi tolak ukur mutlak untuk memperoleh sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal dan mengerti pentingnya pendidikan. Namun, sekarang ini angka partisipasi sekolah anak bangsa sudah meningkat, menurut data dari Badan Pusat Statistik tentang Indikator pendidikan tahun 1994-2016.

  4. Jujur

  5. Disiplin

  6. Loyal

  7. Bertanggung jawab

  8. Beretika, dll

    5 Hal diatas dapat dirangkum sebagai “INTEGRITAS”
    Integritas adalah ketika perbuatan kita bisa sesuai dengan perkataan kita. Integritas diperoleh dengan proses yang panjang, dipupuk sejak kecil, yang terbentuk dari pengaruh lingkungan seperti keluarga, teman, sekolah, dan lainnya.

  9. Cerdas/cerdik/rasional

    Cerdas yang dimaksud adalah cara pemikiran rasional, menggunakan logika.

    cerdas/cer·das/ a 1 sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yang — lagi baik budi; 2 sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang — nya;

    Sementara cerdik, artinya lebih mengarah pada suatu sikap yang tidak terlalu berani, tapi ia tau kapan harus diam atau bertindak sehingga semuanya memiliki perhitungan dan pertimbangannya sendiri. Kecerdikan tidak dapat diajari, hanya dapat dilatih.

    cerdik/cer·dik/ a 1 cepat mengerti (tentang situasi dan sebagainya) dan pandai mencari pemecahannya dan sebagainya; panjang akal: jika jadi pedagang, selain harus pandai berdagang, harus — pula; 2 banyak akalnya (tipu muslihatnya); licik; licin: dia seorang penipu yang — , lima kali berhasil lolos dari penangkapan polisi;

  10. Mampu bekerjasama

    Kemampuan ini diperlukan, tapi harus ada batasannya. Contohnya: kerja bersama dalam memproduksi sebuah produk diperbolehkan, namun bila kerja bersama untuk korupsi tentu itu merupakan hal yang negatif.

  11. Memiliki harta yang cukup

    Hampir setiap orang pasti memiliki finansial yang baik sebagai langkah awal untuk maju. Ketika finansialmu belum baik tapi kamu ditawarkan posisi sebagai pimpinan, lebih baik kamu menolaknya. Karena ketika kamu menerimanya saat finansialmu belum stabil, kamu akan berpotensi menyalahgunakan kekuasaanmu untuk mendapat pencapaian finansialmu. Hal ini akan menjadi salah karena menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi. Seharusnya, kekuasaan yang diberikan kepadamu harus digunakan untuk kepentingan perusahaan.

  12. Beribawa

  13. Profesional

  14. Keturunan


    Job Analysis vs Job Qualification

Job analysis:
analisis tentang kebutuhan suatu bagian perusahaan tentang tenaga kerja (jumlah, level, kualitas, tingkat pendidikan) akan ditempatkan pada level apa? mau tenaga kerja dengan kualifikasi seperti apa? pada level apa? apakah kita perlu tenaga kerja pada level manager, supervisor, staff, dan sebagainya? masing-masing level akan memiliki kualifikasi yang berbeda, dan kita harus dapat menganalisis keperluan kita itu.

Job qualification:
setelah diketahui kriteria yang dibutuhkan, dibuat daftarnya, dan dijadikan sebagai job qualification. Contohnya misalnya kamu mau mencari karyawan untuk menjaga toko, maka kita mencari orang yang tekun, jujur, ramah, dan dapat berkomunikasi dengan baik.

Advertisements

One thought on “Human Resources Development: Mengelola SDM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s