Mau Bisnis di Bidang Pangan

 

Makanan atau Pangan wujud sebuah kehidupan untuk setiap orang.

Dengan makanan, kita bisa punya energi untuk melakukan aktivitas. Kita bisa berpikir jernih kalau kita udah makan, mood jadi bagus kalo udah makan, bisa punya waktu ngobrol dengan orang terdekat diatas meja makan, bahkan kita bisa cari uang melalui makanan.

Makanan telah berhasil membawa banyak orang di level kesuksesan, contohnya seperti orang-orang disini. Pasti semua orang mau sukses, dan mungkin kita jadi berpikir cara sukses terdekat yang bisa kita raih adalah, menjadi pengusaha di bidang makanan. Ya, itu sangat mungkin.

bizd_p8a_1705_jy_1

Terus gimana cara buka usaha di bidang makanan?

Sebelum kita menentukan buka usaha, kita harus paham konsep produksi.

produksi/pro·duk·si/n1 proses mengeluarkan hasil; penghasilan: ongkos — barang; 2 hasil: buku itu merupakan — nya yang pertama;3pembuatan: — film itu menelan biaya cukup besar

Produksi ada ketika ada sumber dayanya, dan ada pasarnya. Sumber daya maksudnya, semua yang kita butuhkan untuk membuat produk itu. Pasar yang dimaksud adalah pembelinya. Ada 2 kiblat yang bisa kita pilih untuk buka usaha.

yang mana yang udah ada? Sumber daya? atau Pasar?

Pilihan 1: Sumber daya udah ada, istilahnya “Technology Push”

Jadi kita bikin produknya menggunakan sumber daya yang ada, kalo gak diolah mubazir sumber dayanya. Sumber daya dalam hal ini adalah bahan baku. Kalau bahan bakunya ada, gampang didapat, dan masih sedikit yang olah itu, artinya SEKARANG KESEMPATAN KAMU BUAT OLAH ITU JADI PRODUK YANG BISA BIKIN UNTUNG. Orang tidak mengenal produknya, tapi kita paksa mengenalkan produk tersebut. contoh: Awal mula sebelum banyaknya produk olahan singkong, singkong biasanya dimakan hanya dengan direbus, dikukus, atau digoreng. Tapi ternyata, adanya teknologi membuat singkong dapat diolah menjadi jadi tapai, keripik singkong, opak, atau olahan singkong lainnya sehingga bisa kita jual dengan harga yang lebih tinggi.

Pilihan 2: Pasar/pembelinya udah ada, istilahnya Market Pull“.

Situasi ini biasanya terjadi kalau kebutuhan masyarakat belum terjawab oleh teknologi. Kalau yang mau beli udah ada, tapi barangnya belom ada, kamu harus siapkan produkmu supaya bisa sesuai dengan keinginan si pasar. Harus bisa dipastikan bahwa produk itu dapat memberi manfaat yang merupakan solusi dari kebutuhan orang banyak. Kalo bahan baku kurang, tapi peminat pasar banyak banget, kita carikan “substitusi” supaya marketnya bisa tertutupi. Contoh: Produk gula yang seringkali kita temui adalah gula dari tebu. Peminat gula banyak tapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang banyak. Sehingga gula berbasis tebu tersebut dapat diganti dengan gula alami lainnya seperti sorbitol, maltitol, atau silitol.

contoh market pull lainnya adalah kehadiran GO-JEK di Jakarta:

hirukpikuk ibukota Jakarta membuat semua masyarakat membutuhkan segala sesuatu yang praktis, cepat, efisien. Oleh karena itu, gojekhadir untuk memberikan layanan ojek yang praktis, cepat, efisien, melalui pemesanan online yang dilakukan konsumen melalui gadget pribadi mereka.

Pilih mau kiblat yg mana?

Yang seringkali terjadi adalah, sumber daya dan teknologi tersedia banyak tapi pasar tidak tersedia. contohnya seperti produk Splash Fruit dari AQUA.

aqua-splash.png

Kegagalan produk dari AQUA

Produk AQUA ini menjual air putih yang memiliki cita rasa seperti buah, sehingga nama produknya adalah “Splash Fruit”. Produk ini sempat diluncurkan tahun 2004, namun sekarang produk ini tidak lagi diproduksi. Hal ini menunjukkan bahwa produk “Splash Fruit” tidak berhasil menggarap pasar/pembeli. Padahal, perusahaan AQUA merupakan perusahaan besar di Indonesia. Kita pasti menganggap bahwa semua produk yang diluncurkan perusahaan sebesar ini akan berhasil, tapi ternyata modal yang besar dan teknologi yang ada tidaklah cukup menjamin keberhasilan produk itu.

Karenanya, diperlukan penelitian pasar lebih dulu sebelum menentukan produk yang ingin dijual. Penelitian berguna untuk meminimalkan kegagalan dan kerugian yang mungkin saja terjadi. Penelitian ini biasa dikenal sebagai Buying Intention Survey. 

Jadi, tentukan mana yang mau kamu pilih? Pilih dulu kiblatmu. Good luck 😉 — BUMBU-KACANG

Advertisements

3 thoughts on “Mau Bisnis di Bidang Pangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s